Beranda » Serba - Serbi Pertanian » Pembuatan Pupuk Cair Organik *

Pembuatan Pupuk Cair Organik *

November 2011
S S R K J S M
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Arsip

Picture Profil


Hanya tanganmu yang dapat menentukan kesuksesanmu so janganlah berpangku tangan... Jangan menunggu bintang jatuh karena bintang gak akan pernah jatuh...
Keep Spirit All n Don't Forget to Pray!!!

Klik tertinggi

  • Tak ada

Blog Stats

  • 6,212 hits

Pupuk Cair Organik: zat penyubur tanaman yang berasal dari bahan-bahan organik dan berwujud cair.  Pupuk organik  adalah  pupuk yang terbuat dari bahan organik atau makhluk hidup yang telah mati. Bahan organik ini mengalami pembusukan oleh mikroorganisme sehingga sifat fisiknya akan berbeda dari sebelumnya. Pupuk cair organik termasuk pupuk jenis majemuk lengkap karena kandungan unsur haranya lebih dari satu dan mengandung unsur mikro

Manfaat:

1.       Untuk menyuburkan tanaman

2.      Untuk menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah

3.      Untuk mengurangi dampak sampah organik di lingkungan sekitar

Keunggulan:

1.      Mudah, murah

2.      Tidak ada efek samping

Kekurangan:

1.      Perlu ketekunan dan kesabaran yang tinggi.

2.      Hasilnya kurang banyak.

Bahan baku  pupuk cair yang sangat bagus yaitu bahan organic basah atau bahan organic yang mempunyai kandungan air tinggi seperti sisa buah-buah dan sisa sayuran (wortel, labu, sawi,selada, kulit jeruk, pisang, durian, kol). Semakin besar kandungan selulosa dari bahan organic (C/N ratio) maka proses penguraian oleh bakteri akan semakin lama. Selain mudah terdekomposisi, bahan ini kaya nutrisi yang dibutuhkan tanaman Sebelum membuat pupul cair EM organic yang berbahan baku sampah organic, perlu dibuatkan dahulu pembuatan molase dan pembiakan bakteri EM.

PEMBUATAN MOLASE

Molase, yaitu: sari tetes tebu (biang gula). Atau pembuatan Molase bisa juga dengan melarutkan gula merah/putih ke dalam air bersih (tanpa kaporit) dengan perbandingan 1:1

PEMBIAKAN BAKTERI EM-4

Cairan bakteri EM dapat dikembangbiakkan sendiri dengan cara:

Bahan:

Cairan EM-4 — 1 liter

Bekatul — 3 kg

Molase (dalam keadaan cair) — ¼ liter

Terasi — ¼ kg

Air bersih (tanpa kaporit/tawas) — 5 ltr

Peralatan:

Ember

Pengaduk kayu

Panci pemasak air

Saringan (kain/kawat kasa)

Botol

Cara pembuatan:

1.      Panaskan 5 lt air air sampai mendidih

2.      Masukkan bekatul, molase dan terasi, aduk hingga rata

3.      Dinginkan adonan tsb hingga suhu kamar

4.      Setelah dingin masukkan cairan EM, aduk hingga rata.

5.      Tutup rapat selama 2 hari, jangan dibuka-buka.

6.      Pada hari ke-3 dan selanjutnya, penutup jangan terlalu rapat,

7.      Aduk-aduk setia harinya selama ± 10 menit

8.      Setelah 1 minggu, bakteri sudah dapat diambil dan disaring, masukkan ke dalam botol

9.      Simpan botol di ruang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Cairan EM siap digunakan untuk membuat pupuk organik

10.  Agar bakteri mendapat kebutuhan oksigen, tutup botol jangan terlalu rapat atau biarkan terbuka.

PEMBUATAN PUPUK EM ORGANIK

Proses pembuatan pupuk cair organic berlangsung secara anaerob atau secara fermentasi tanpa bantuan sinar matahari.

Sampah organic basah, rajang dan padatkan — ½

karung uk.25 kg

Larutan media:

Cairan molase — 500 ml

Air bekas cucian beras (cucian pertama) — 1 liter

Air kelapa yang sudah tua — 1 liter

Air bersih — 7 liter

Peralatan:

Ember tertutup uk. 20 lt

Karung serat sintetis

Tali

Cara pembuatan:

1.      Masukkan sampah organic ke dalam karung dan tekan sampai padat, lalu ikat.

2.      masukkan larutan media ke dalam ember. Masukkan karung (1) ke dalam ember hingga terendam  seluruhnya.

3.      Berikan beban diatas karung tersebut agar tidak mengapung. Tutup rapat hingga udara tidak dapat masuk.

4.      Simpan selama 7-10 hari di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.

5.      Setelah proses fermentasi selesai, angkat karung (1) dan pisahkan dari larutan media.

Pupuk cair organik sudah dapat digunakan:

1.      Untuk pemupukkan daun dengan penyemprotan 100:1 (500 ml air : 5 ml pupuk cair organik).

2.      Untuk pemupukkan akar dengan menyiramnya 500:1 (5 lt air : 10 ml pupuk cair organik).

3.      Untuk mengurangi bau khas pupuk cair organic dapat dicampur dengan perasan air jeruk citrun atau daun pandan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: